Salah satu dokumen yang paling sering diabaikan pelamar CPNS โ padahal wajib dan bisa menggugurkan berkas kalau formatnya salah โ adalah surat pernyataan 5 poin. Namanya sederhana, tapi isinya menyangkut pengakuan formal soal rekam jejak dan kesediaan pelamar.
Apa Saja 5 Poin yang Dimaksud?
Secara umum, kelima poin yang lazim diminta dalam pengumuman seleksi CPNS meliputi pernyataan bahwa pelamar:
- Tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap;
- Tidak pernah diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS/anggota TNI-Polri/pegawai swasta;
- Tidak berkedudukan sebagai CPNS, PNS, prajurit TNI, atau anggota Polri;
- Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik;
- Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI atau unit kerja yang ditentukan.
Susunan persis dan redaksinya bisa sedikit berbeda tiap tahun mengikuti pengumuman resmi seleksi CPNS dari BKN dan instansi yang dilamar โ jadi selalu pakai format yang tercantum di pengumuman resmi, bukan disalin mentah dari internet.
Format dan Aturan Meterai
Surat ini termasuk dokumen yang memuat pernyataan bernilai hukum, sehingga umumnya wajib ditandatangani di atas e-meterai Rp10.000 sesuai UU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai. Sejak beberapa tahun terakhir, sebagian besar seleksi CPNS mensyaratkan e-meterai resmi dari platform peruri (bukan meterai tempel fisik) โ cek instruksi teknis di portal SSCASN saat pendaftaran berlangsung.
Contoh Surat Pernyataan 5 Poin
SURAT PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : [Nama Lengkap]
Tempat/Tgl Lahir : [Tempat, Tanggal Lahir]
No. KTP : [Nomor KTP]
Alamat : [Alamat Lengkap]
Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa saya:
- Tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap;
- Tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat sebagai PNS/TNI/Polri/karyawan swasta;
- Tidak berkedudukan sebagai CPNS/PNS/prajurit TNI/anggota Polri;
- Tidak menjadi anggota/pengurus partai politik;
- Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI sesuai kebutuhan formasi.
Apabila pernyataan ini di kemudian hari terbukti tidak benar, saya bersedia digugurkan sebagai peserta seleksi atau diberhentikan sebagai CPNS/PNS sesuai ketentuan yang berlaku.
[Kota], [Tanggal]
Yang Menyatakan,
e-Meterai
[Nama Lengkap]
Untuk berkas pendaftaran CPNS lainnya, lihat juga Surat Lamaran CPNS dan pastikan status pribadi Anda sesuai dengan Surat Pernyataan Belum Menikah jika formasi yang dilamar mensyaratkannya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa saja 5 poin dalam surat pernyataan CPNS?
Lima poin yang lazim diminta adalah pernyataan tidak pernah dipidana penjara, tidak pernah diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS/TNI/Polri/pegawai swasta, tidak sedang berkedudukan sebagai CPNS/PNS/TNI/Polri, tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik, dan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI.
Apakah surat pernyataan 5 poin CPNS wajib bermeterai?
Ya, surat ini memuat pernyataan bernilai hukum sehingga umumnya wajib ditandatangani di atas e-meterai Rp10.000 sesuai UU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai, menggunakan e-meterai resmi dari platform Peruri, bukan meterai tempel fisik.
Apa konsekuensi jika pernyataan dalam surat ini terbukti tidak benar?
Jika di kemudian hari terbukti tidak benar, pelamar bersedia digugurkan sebagai peserta seleksi atau diberhentikan sebagai CPNS/PNS sesuai ketentuan yang berlaku.
Apakah redaksi surat pernyataan 5 poin selalu sama setiap tahun?
Tidak selalu. Susunan dan redaksinya bisa sedikit berbeda tiap tahun mengikuti pengumuman resmi seleksi CPNS dari BKN dan instansi yang dilamar, sehingga pelamar harus memakai format yang tercantum di pengumuman resmi, bukan disalin mentah dari internet.
Pernyataan yang Sering Diminta Selain 5 Poin Standar
Tergantung instansi, kadang ada tambahan pernyataan spesifik seperti kesediaan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia atau kesediaan menjalani ikatan dinas tertentu. Selalu baca pengumuman resmi formasi CPNS yang dilamar untuk memastikan tidak ada poin pernyataan tambahan yang terlewat dari dokumen standar.
Studi Kasus: Pelamar CPNS yang Tidak Memahami Konsekuensi Pernyataan Palsu
Seorang pelamar CPNS yang menandatangani pernyataan tidak pernah terlibat organisasi terlarang, namun ternyata di kemudian hari ditemukan keterlibatan masa lalu yang tidak diungkapkan, berisiko langsung didiskualifikasi meski sudah lolos seluruh tahapan seleksi. Kasus seperti ini menegaskan pentingnya kejujuran total saat menandatangani pernyataan 5 poin, karena verifikasi latar belakang terus dilakukan bahkan setelah pengangkatan resmi sebagai ASN.
Perbedaan Pernyataan untuk CPNS dan PPPK
Meski secara umum mirip, beberapa poin pernyataan untuk jalur PPPK memiliki penyesuaian terkait status kepegawaian yang berbeda dari PNS (tidak memiliki jaminan pensiun yang sama), sehingga pernyataan kesanggupan yang diminta juga disesuaikan dengan konsekuensi status tersebut. Selalu baca dengan teliti setiap poin pernyataan sesuai jalur yang dilamar, jangan berasumsi formatnya identik antara CPNS dan PPPK.
Menyimpan Bukti Pernyataan untuk Tahapan Seleksi Berikutnya
Simpan salinan pernyataan 5 poin yang sudah ditandatangani, karena dokumen ini kadang diminta kembali pada tahapan pemberkasan akhir setelah dinyatakan lulus seluruh rangkaian seleksi CPNS/PPPK, bukan hanya digunakan sekali di awal pendaftaran saja.
Memahami Konsekuensi Pembatalan Sepihak Pernyataan
Setelah pernyataan 5 poin ditandatangani dan diserahkan, pembatalan sepihak oleh pelamar di tengah proses seleksi bisa berdampak pada reputasi dan peluang mendaftar di formasi CPNS/PPPK periode berikutnya, jadi pastikan keputusan melamar sudah benar-benar matang sejak awal.
Menyesuaikan Pernyataan dengan Formasi yang Dilamar
Setiap formasi CPNS/PPPK bisa memiliki penekanan berbeda dalam pernyataan yang diminta, jadi selalu baca pengumuman resmi secara detail untuk memastikan Anda tidak melewatkan poin pernyataan tambahan yang spesifik untuk formasi yang Anda lamar.
Artikel Terkait yang Mungkin Anda Butuhkan
- Surat Pernyataan Ahli Waris Tanpa Notaris: Apakah Sah dan Legal?
- Contoh Surat Pernyataan Kesanggupan Membayar: Panduan Hukum, Prosedur, dan 5 Template Terlengkap
- Contoh Surat Pernyataan Tanggung Jawab Hutang ke Bank
๐ Artikel Terkait Lainnya

Pengelola dan penulis PanduanAdministrasi.com, berdomisili di Surabaya. Menyusun panduan administrasi dengan merujuk pada peraturan resmi yang berlaku, berangkat dari pengalaman pribadi mengurus berbagai dokumen administrasi di Indonesia.
